
Kesempatan untuk mengamankan posisi podium bagi tim Ducati di MotoGP Jepang (2/10) memang langsung pupus ketika Valentino Rossi terjatuh di tikungan kedua sirkuit Motegi Jepang. Rossi pun menganggap bahwa insiden ini sebagai sebuah ketidakberuntungannya musim ini dan murni sebagai sebuah insiden dalam dunia balapan.
“Tentunya sangat mengecewakan insiden ini terja...di di tikungan kedua sejak balapan dimulai, apalagi dengan progres yang kami buat sepanjang akhir pekan ini. Rasanya saya mampu mencapai podium lagi, dan itu akan jadi pertanda yang baik buat kami,” kesal Rossi.
“Posisi saya sebenarnya sangat tidak beruntung. Lorenzo datang dari jalur yang lebih dalam di tikungan pertama dan ia memperbaiki racing line-nya di tikungan kedua. Hal ini membuat kami bersenggolan apalagi ia tidak melihat saya. Ketika ia kami bersenggolan, saya tidak mempunyai kesempatan untuk mengelak dan terpaksa Ben Spies juga ikut jadi korbannya,” jelas Rossi tentang insiden tersebut.
“Akibat senggolan itu membuat saya bersenggolan juga dengan Spies hingga akhirnya saya terjatuh dengan kondisi motor yang sudah tidak memungkinkan untuk dipakai lagi. Ini adalah murni insiden balap. Saya sebenarnya berada dalam posisi yang salah dan dalam waktu yang salah,” tutup Rossi.
Tapi Rossi tidak menganggap hal ini sebagai sebuah alasan untuk menghentikan pengembangan prototipe motor mereka untuk musim depan. Rossi pun berharap agar langkah pengembangan mereka sudah benar. Yah, semoga hasilnya lebih menakjubkan di MotoGP Australia 2 pekan mendatang.

Tak hanya Dovizioso, Simoncelli dan Cal Crutchlow saja yang mendapat perhatian dari race director karena melakukan jump start pada saat MotoGP Jepang yang berlangsung di Motegi dimulai, namun pembalap senior Ducati, Valentino Rossi juga mendapat sorotan penonton yang sebagian menganggapnya ‘mencuri start’. Nah, lantas mengapa The Doctor dianggap lolos dari huku...man ‘ride through’? Jawabannya sangat sederhana. Hal ini diakibatkan karena Rossi memang tak melakukan pelanggaran. Jika diamati dengan seksama, pembalap Italia tersebut hanya menggerakkan badannya, sedangkan motornya tak ikut bergerak. Hal ini mungkin sedikit membutuhkan kejelian untuk melihat dengan pasti, dan tentunya race director telah menyelidiki hal tersebut melalui kamera yang terpasang di motornya maupun kamera di pinggir sirkuit. Tentu merupakan hal yang tidak masuk akal jika race director tak menganalisa pergerakan Valentino saat memulai balapan sementara banyak publik di luar sana yang mengira Rossi telah melakukan jump start. Apalagi jika dibandingkan tiga pembalap yang kena penalti tadi, tentu akan terlihat memang ketiganya memajukan motor sebelum lampu merah benar-benar padam.